Anak Berkebutuhan Khusus

ANAK HIPERAKTIF









A.Tipe Hiperaktif

    Hiperaktif terdiri dari 3 golongan yaitu:
1.Tipe hiperaktif inatensif (kurang pemusatan perhatian)
2.Tipe hiperaktif impulsive (bersifat menurutkan kata hati)
3.Tipe hiperaktif campuran

B.Gejala hiperaktif
Apakah anak kita hiperaktif? Kita dapat melihat Gejala-gejala yang menunjukkan anak hiperaktif selama enam bulan atau lebih. Gejala-gajala terebut antara lain sebagai berikut:
1.Selalu membuat kekeliruan di sekolah.
2.Mempunyai kesulitan dalam melaksanakan tugas-tugas sekolah maupun saat bermain disebabkan kurangnya perhatian dirinya terhadap kegiatan tersebut.
3.Kurang perhatian saat berbicara dengan orang lain.
4.Selalu salah dalam melakukan kegiatan-kegiatan sekolah atau tuga-tugas sekolah
5.Selalu mengalami kesulitan untuk mengorganisasi tugas-tugas dan kegiatan-kegiatannya.
6.Selalu menghindar atau tidak menyukai tugas-tugas yang memerlukan banyak kegiatan mental.
7.Sering kehilangan barang-barang yang dianggap penting untuk melaksanakan tugas-tugas dan kegiatan sekolah.
8.Sangat mudah bingung.
9.Sering lupa
10.Acap kali terlihat gelisah dan melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki atau sering menggeliat saat duduk.
11.Tidak betah duduk di tempat duduknya.
12.Selalu berlari-larian, memanjat, dan menaiki bangku dengan arah yang tidak tentu
13.Sulit untuk diam dan tenang
14.Banyak berbicara dan sering menjawab pertnyaan dari guru tanpa difikirkan terlebih dahulu apakah jawabannya apakah sesuai dengan yang ditanyakan atau tidak.
15.Sulit menunggu giliran, selalu menyela, atau mengintroduksi orang lain.
Gejala-gejala terebut biasanya terjadi sebelum usia tujuh tahun.

C.Penyebab Hiperaktif
1.Luka pada otak
2.Kelainan emosional
3.Kurangnya daya dengar
4.Adanya hendaya perkembangan mental

D.Upaya penyembuhan terhadap anak hiperaktif

Penyembuhan terhadap anak hiperaktif dapat dilakukan melalui :
1.Melalui pendekatan biologis dengan penerapan obat-obat penenang
2.Melalui pendekatan psikologis berupa pengaturan perilaku
3.Melalui kombinai dari pendekatan biologis dan psikologis
Dalam upaya penyembuhan anak hiperaktif ini perlu adanya kesadaran dari pihak orang tua akan kelainan anakknya terebut. Orang tua haru bisa berkolaborasi dengan gurunya di sekolah dan dokter yang menanganinya. Orang tua harus memahami bahwa anaknya mengalami kelainana hiperaktif yang memerlukan penanganan khusus

E.Operant Conditioning

Operant Conditioning adalah pengkondisian karakteristik perilaku tertentu  terhadap anak, individu atau peserta didik berkebutuhan khusus. Dalam pengkondisian karkteristik ini biaanya guru maupun orang tua dapat dilakukan dengan memberikan penguatan positif dan penguatan negatifi bahkan bisa memberikan hukuman pada setiap perilaku yang muncul.
Penguatan positif diberikan apabila perilaku anak tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh guru mauoun orang tua berupa hadiah maupun gerakan tubuh tanda setuju atau menyukai perbuatanya. Misalnya ketika anak hiperaktif pada saat tertentu dapat menyelesaikan tugas yang diberikan gurunya dengan baik, maka guru bisa memberinya acungan jempol ataupun ucapan-ucapan yang dapat membuat anak hiperaktif merasa senang dengan yang telah dilakukannya dan bisa melakukan kembali hal terebut pada pelajaran lainnya. Pemberian penguatan sebaiknya bersifat sementara. Menurut Skinner (Delphi 31:2009) menyatakan bahwa pemberian penguatan berifat temporer atau sementara dan dilakukan secara sistematik dapat meningkatkan perilaku yang baik secara terus menerus. Pemberian penguatan terhadap respon secara bagian per bagian akan jauh lebih menguntungkan terhadap pemusnahan perilaku salah menyesuaikan diri daripada jika dilakukan secara keseluruhan terhadap repon yang ada.
Penguatan negatif diberikan apabila perilaku yang dtunjukkan anak hiperaktif tidak sesuai dengan yang diharapkan guru maupun orang tua. Misalnya anak hiperaktif mengganggu temannya yang sedang belajar dengan memukulnya ataupun menusuknya dengan pensil. maka guru bisa memberikan teriakan tanda tidak menyukai perbuatannya
Apabila perilaku yang muncul dari anak hiperaktif adalah perilaku yang tidak menyenangkan atau tidak diharapkan, mkaa bisa diberikan hukuman misalnya dengan mengambil benda-benda kesayangan miliknya sesuai dengan perjanjian sebelumnya apabila ia (anak hiperaktif ) melakukan perilaku menyimpang.
Pemberian penguatan dan hukuman akan lebih efektif apabila dilakukan pada saat perilaku anak yang bersangkutan muncul.
Pengkondisian untuk meningkatkan perilaku tertentu (shaping) bisa dilakukan melalui permainan interaktif bersama dengan anak-anak lain.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar